Cara Budidaya Tanaman Padi yang Benar Agar Panen Melimpah

April 28, 2020

Blog

Comments Off on Cara Budidaya Tanaman Padi yang Benar Agar Panen Melimpah


| Cara Budidaya Tanaman Padi

Cara budidaya tanaman padi tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah. Padi sendiri merupakan tanaman yang sangat populer di Indonesia, mengapa demikian? Karena nasi sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia sejak bertahun-tahun yang lalu.

Oleh karena itu wajar-wajar saja jika padi adalah tanaman yang ada dimana-mana. Petani, merupakan orang yang menanam padi. Padi sendiri merupakan tanaman yang memerlukan banyak air, sehingga sering kita lihat bahwa sawah selalu basah.

Apakah kamu tahu? jika sebuah lahan untuk menanam padi digunakan secara terus-menerus ternyata dapat mengurangi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Nah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tips cara budidaya tanaman agar hasil dari panen bisa maksimal, berikut ulasannya.

Cara Budidaya Tanaman Padi yang Benar Agar Panen Melimpah

1. Pilih Benih Padi Berkualitas

Cara budidaya tanaman padi pertama ini simpel bukan? ya! tentu saja, untuk mendapat hasil padi yang terbaik kita harus menyiapkan benih padi yang berkualitas pula. Namun mungkin Anda belum tahu bagaimana cara membedakan benih padi berkualitas dengan benih padi yang biasa saja. Sebenarnya caranya mudah loh, berikut langkah yang harus Anda lakukan
  1. Campurkan air dan garam, dan dengan menggunakan telur sebagai indikator, maksudnya? cek langkah berikutnya
  2. Letakan telur ke dalam air garam tersebut, tunggu hingga telur tersebut mengambang.
  3. Ambil benih padi lalu masukan ke air tersebut, nah benih padi yang mengambang merupakan benih padi yang tidak berkualitas dan dapat dibuang saja.

2. Persemian | Cara Budidaya Tanaman Padi

Persemian ini bisa dilakukan kurang lebih 25 hari sebelum ditanam. Tempat untuk persemian diusahakan tidak jauh dari tempat untuk menanam. Kenapa demikian? Hal ini perlu diperhatikan untuk menjaga kesegaran padi pada saat pemindahan. Hal lain yang penting diperhatikan yaitu sistem drynase agar padi tidak kelebihan air.
Lahan diusahakan dibuat bedengan setelah itu lahan dicangkul hingga tidak ada bongkahan tahan lagi. Benih sebaiknya direndam selama kurang lebih 2 x 24jam agar benih dapat menyerap air secara maksimal pada saat proses awal perkecambahaan.
Sebelum melakukan persemian, berilah sedikit pupuk organik pada lahan untuk persediaan hara. Jika benih sudah berkecambah, tebarlah secara merata dan pastikan tidak tenggleam karena nanti dapat menyebabkan infeksi patogen pada bibit.
Setelah 1 minggu persemian, berilah kembali pupuk organik agar hasilnya maksimal

3. Pengolahan Lahan

Tujuan hal ini yaitu mengolah tanah yang keras menjadi lumpur. Langkah ini akan membuat gulma membusuk dan menjadi humus, maka areasi tanah akan menjadi lebih baik. Setelah selesai pengolahan lahan, tunggulah hingga 2 minggu lalu berilah 2ton / hektar pupuk kandang dan pupuk jerami 5ton / hektar. Hal ini dapat dilakukan dengan 2x membajak sawah dan 1x garu agar mendapat hasil yang maksimal

4. Penanaman | Cara Budidaya Tanaman Padi

Menanam padi lebih baik menggunakan cara “jajar legowo” 2:1 atau (40 x (20 x 10) cm. Cara tanam ini akan mendapat populasi yang banyak untuk penanaman padi dibanding cara pada umumnya. Serta akan mudah melakukan perawatan, air, bahkan hingga menekan hama.

READ  Cara Membuat Capcin Segar dan Sangat Simpel!

5. Pemeliharaan Padi

Tahap yang perlu diperhatikan pada langkah ini seperti pengairan / irigasi, pemupukan, dan menjaga dari berbagai hama yang berpotensi menganggu padi. Pemupukan dilakukan secara seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari tanaman/

6. Panen Padi

Panen dapat dilakukan pada hari ke 33-36 setelah padi tersebut berbunga. Lebih tepatnya ketika padi hampir menguning secara keseluruhan. Panen padi sering kali memerlukan banyak tenaga, namun jika kita menggunakan mesin panen padi langkah memanen padi akan lebih efisien dari pada memanen secara manual.

7. Pasca Panen | Cara Budidaya Tanaman Padi

Tahap terakhir yang perlu diperhatikan yaitu menentukan kualitas agar tetap terjaga. Tempatkan hasil panen ditempat yang tidak terlalu lembab dan segera untuk diolah maupun dijual.