Larangan Ekspor Alat Kesehatan dan Juga Masker Karena Virus Corona

May 16, 2020

Berita

Comments Off on Larangan Ekspor Alat Kesehatan dan Juga Masker Karena Virus Corona


Larangan Ekspor Alat Kesehatan dan Juga Masker Karena Corona

Wabah Virus Corona (Covid – 19), membuat Presiden Jokowi memerintahkan seluruh jajarannya untuk melarang adanya kegiatan ekspor alat kesehatan dan masker demi untuk mengatasi penyebaran virus corona di dalam negeri yang takutnya akan semakin luas. Larangan ini ia buat agar masker dan juga alat kesehatan dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Jokowi meminta kebutuhan alat – alat kesehatan seperti hand sanitizer dan juga masker dipastikan Jokowi terserdia. Ia juga meminta pemberhentian kegiatan ekspor masker dan alat kesehatan lebih baik untuk di stop. Lalu, Jokowi meminta kepada seluruh jajarannya untuk dapat memastikan ketersediaan bahan baku. Dalam memproduksi alat kesehatan di dalam negeri agar proses produksinya tidak terganggu. Bukan hanya melarang ekspor untk alat kesehatan, namun juga ekspor APD.

Di tengah wabah virus corona yang melanda di Indonesia. Justru harga ekspor masker naik. Sehingga BPS mencatat bahwa kenaikan ekspor masker mencapai empat kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan biasanya.

Yunita Rusanti dari BPS mengatakan bahwa ekspor masker saat ini masuk dalam golongan barang dengan kode HS 63. Yaitu dengan artian barang tekstil jadi lainnya. Nilai ekspor dari barang HS tersebut mencapai nilai sebesar 89,9 USS dollar pada bulan febuari 2020. Sementara bila dibandingkan pada bulan Januari 2020 lalu, nilai dari ekspor barang tekstil jadi lainnya hanya lah sebesar 17,8 USS. Sehingga bila dilihat dengan angka tersebut bahwa ada peningkatan ekspor yang mencapai 72 Juta USS.

BPNP Tentang kesediaan APD Virus Corona

Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), juga berupaya menjaga ketersediaan alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) di dalam negeri. Karena ditengah merebaknya wabah virus corona permintaan akan alat – alat kesehatan sangat meningkat dan mendesak untuk dipenuhi.

Agus Suparmanto selaku Menteri Perdagangan telah menyatakan untuk melakukan pencegahan atas masalah ekspor tersebut, pemerintah melarang ekspor untuk produk antiseptik, masker, dan alat pelindung diri.

Larangan ini ada di dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang ada di Nomor 23 Tahun 2020 mengenai larangan sementara ekspor antiseptik, alat pelindung diri, bahan baku masker dan masker. Larangan akan sementara berlaku sampai tiga bulan ke depan yaitu sampai tanggal 30 Juni 2020. Agus mengatakan jika larangan ini dilanggar, maka eksportir yang melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi dari pemerintah.

READ  Respon Warga Jakarta Saat Dilarang Berpergian Ketika Lebaran

Namun, adapun alat kesehatan yang masuk ke dalam laporan surveyor yaitu pelindung medis, masker, pakaian pelindung, dan pakaian bedah. Lalu juga, thermometer infra merah dan juga barang – barang seperti sanitary towel, popok bayi, tampon saniter, dan sejenismya.

Agus Suparmanto ingin memastikan, bahwa ketersediaan produk antiseptik, masker, bahan baku masker, etil alkohol, dan APD. Karena, mengingat kebutuhannya saat ini yang sangat tinggi serta juga mendesak permintaanny demi mencegah penyebaran virus corona yang semakin luas.